Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kehidupan

6 Tips Menjadi Pemuda yang Berkarakter

Gambar
Alhamdulillahi Rabbil'alamin. Allahumma Shalli 'ala Muhammad, Wa 'ala Ali Muhammad. Hai para pemuda, Muda  adalah masa-masa paling menentukan bagi hidup seseorang. Ada yang bilang kalau masa-masa di sekolah adalah masa-masa paling indah. Saya sendiri suka senyum-senyum sendiri kalau inget masa-masa SMA 😁.  Kalau kamu gimana, indah juga kan? Masa muda atau remaja bisa dikategorikan mulai dari umur 14-30 tahun (Lihat artikel Dasar Hukum Organisasi Kepemudaan untuk info lebih lengkap). Kadang kala seseorang juga dianggap pemuda atau remaja ketika sudah kelas 1 atau 2 SMP sampai sudah menikah karena sudah menjadi kebiasaan di masyarakat jika seorang pemuda atau pemudi menikah maka secara otomatis keluar dari kepemudaan meskipun dari organisasi kepemudaan biasanya masih membolehkan jika yang bersangkutan masih ingin ikut.   Oke, kali ini saya akan membagikan 6 tips menjadi pemuda yang berkarakter. Tanpa panjang lebar,  check this ...

Cerita Dibalik Sajak Muncak

Gambar
Salam hangat untuk semua, Alhamdulillahi Rabbil'alamin, Allahumma Shalli 'ala Muhammad Wa 'ala Ali Muhammad. Pernahkah sobat mendaki? Apakah kalian punya hobi mendaki? Pernahkah sobat berkeinginan untuk mendaki gunung sekali seumur hidup? Artikel ini tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas melainkan pertanyaan diatas berhubungan dengan pengalamanku tentang sebuah peristiwa pendakian sebuah gunung yang menginspirasiku dalam membuat puisi atau sajak yang berjudul Sajak Muncak . Baca sampai akhir ya sobat, lumayan seru kok! menurutku sih hehe. Pertama-tama, sobat pembaca setia yang selalu aku tunggu-tunggu kedatangannya sudah baca belum tentang sajakku yang berjudul Sajak Muncak itu? Kalau belum silahkan baca dan jangan lupa berikan tanggapan nya ya. ^_^ Ceritanya begini . . .      Saat itu aku masih kuliah, semester lima, di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga (Sekarang Institut Agama Islam Negeri Salatiga ( IAIN Salatiga ) ) di jurusan Tadris Bahasa Ingg...

Sedih

Gambar
Gambar di ambil dari Pixabay.com Rasanya aku merasa tidak enak atas perasaan-perasaanku. Para perasaan itu seketika memberontak di dalam hatiku. Mereka memicu kedua mata ini untuk meluapkan apa yang ditahan. Setetes demi setetes silih berganti. Saat itu juga perasaan-perasaan yang tadinya merebak mulai mereda dengan segera. Lalu timbul kelegaan namun berbalut kesedihan. Apa yang aku tangisi? Apakah menangisi perasaan sampai begini? Perasaan apa sebenarnya yang membuatku menangis? Yang pasti ini bukanlah tangis haru atau tangis bahagia. Karena sedih yang ada. Hai perasaanku berdamailah dengan hatiku, bekerja samalah dengan pikiranku, dan pekerjakanlah indera-inderaku untuk mencapai kedamaian jiwa. Jangan bersedih. . . Allah bersama kita selalu. Allah tempat kita berasal dan tempat kita kembali. Hanya kepada-Nya lah kita bergantung.